Hepi idul fitri =)

Met idul fitri ya bloggers  semua…

Semoga Allah menghadirkan kemenangan di hati kita dan menerima setiap amal ibadah yg telah kita tunaikan. Taqabalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faidzin ^^

Advertisements

Tulang Rusuk

Bukan dari tulang ubun ia dicipta

Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja

Tidak pula dari tulang kaki karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak

Tetapi dari rusuk kiri

Dekat ke hati untuk dicintai, dekat ke tangan untuk dilindungi.

(Agar Bidadari Cemburu Padamu- Salim A.Fillah)

“Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa?” tanya seorang cewek pada pacarnya.

“Kamu dong!” jawab si cowok dengan mantap.

“Menurut kamu, aku ini siapa?” si cewek kembali bertanya.

Mendengar pertanyaan kedua si cowok berpikir sejenak lalu menatap si cewek dengan pasti, “Kamu adalah tulang rusukku.”

Karena Tuhan melihat bahwa adam kesepian, ketika adam tidur, Tuhan mengambil tulang rusuknya dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita yang cocok untuknya, ia merasa lengkap dan tidak merasakan sakit di hati.

Setelah menikah, pasangan tersebut (si cewek dan cowok tadi) mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Namun sesudah itu pasangan muda ini mulai tenggelam dalam rutinitas masing-masing dan penat akan kehidupan yang ada. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pada suatu hari si cewek lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”

Si cowok yang sangat membenci ketidakdewasaan si cewek, secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah. Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”

Mendengar hal itu, si cewek terdiam di seberang jalan. Tak lama kemudian, ia berbalik masuk rumah dan keluar membawa barang-barangnya. Sambil bermata basah ia berkata, “Kalau aku bukan tulang rusukmu, lebih baik kita berpisah. Biarkan kita mencari pasangan sejati masing-masing.”

Lima tahun berlalu. Si cowok tidak menikah lagi, di sela-sela kesibukannya ia berusaha mencari tahu kehidupan si cewek. Saat itu si cewek pernah pergi ke luar negeri dan menikah dengan pria asing di sana kemudian bercerai. Si cowok agak kecewa mengapa ia tidak menunggunya kembali. Di tengah malam yang sunyi ketika si cowok meneguk kopinya, ia merasakan sakit di hatinya.

Suatu hari, mereka akhirnya bertemu. Di airport, tempat dimana banyak perpisahan dan pertemuan, mereka berbicara di antara dinding pembatas.

“Apa Kabar?” tanya si cowok.

“Baik. Apakah kau sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang?” ujar si cewek balas bertanya.

“Belum.”

“Aku akan terbang ke New York dan 2 minggu lagi akan kembali. Jika kau sempat, telepon saja aku, nomornya masih sama,” si cewek tersenyum kemudian berpamitan.

Sayangnya si cowok tak sempat menelponnya. Satu minggu setelah keberangkatannya, si cewek dikabarkan sebagai salah satu korban menara WTC. Malam itu, sekali lagi, si cowok meneguk kopinya dan kembali merasakan sakit di hati. baru ia sadari, ternyata rasa sakit itu karena si cewek, tulang rusuknya sendiri yang dengan bodoh ia patahkan.

(disadur dengan sedikit perubahan dari www.tanpatinta.com)

NB : dua tulisan yg menarik… kira2 si empunya tulang rusuk sekarang sedang nyari nggak ya?

may God give him the way to find me…^^

“………….”

Let’s dance like no one is watching,

Let sing like no one is listening to us,

Let work like we don’t need money for it

Let’s  love like we’re never being hurt before

Let’s live like it’s heaven on earth

Seperti apa rasanya menari tanpa peduli ada atau tidaknya orang yang menyaksikan? Bagaimana bernyanyi tanpa harus khawatir orang lain berkomentar bahwa suara kita fals? Bekerja tanpa perlu memikirkan gaji? Hanya karena kita memang menyukai pekerjaan itu? Jatuh cinta lagi tanpa takut untuk kembali tersakiti? Dan hidup seolah surga dalam bentuk mini telah diberikan pada kita sebelum mati?

Hmm…saat membacanya berulang-ulang, aku menghela nafas panjang. That must be great life! So, Let’s try it from now! No matter how hard we face that real life…

Sometimes love is weird

Pada satu detik ia mampu dengan cepat membawaku  terbang ke langit lapis tujuh, merasakan lembutnya awan, indahnya pelangi, dan sejuknya udara yang bergerak pelan. Semakin tinggi aku terbang, semakin sesak rasanya dada ini (mungkin O2 semakin tipis di sana) dan jantung semakin berdegup kencang (mungkin karena efek fobia ketinggian-ku yg tidak pernah hilang).  Di lain waktu, ia bisa meng-upgrade memori otakku seperti komputer yang baru saja ganti RAM dan HD, menyimpan setiap kenangan yang kecil dan sepele. Ia juga bisa dengan seenaknya mengganggu tidurku lewat mimpi, membuatku tertawa sepanjang hari seolah ada badut safari yang dipajang di depan mata. Pada waktu yang berbeda ia mampu menyulap rollercoaster di hatiku, segalanya naik turun tidak menentu, dan pada satu titik aku pun merasakan sesak yang makin menghimpit, dan aku tidak bisa untuk tidak menitikkan air mata. Nah, bisa lihat betapa konyolnya aku karena benda tidak nyata satu ini?

Yup, sometimes…I mean…everytime love is weird..

Nothing wrong to being ‘Me’

Beberapa hari yang lalu, aku baru saja selesai mendownload sebuah serial drama korea favoritku, My Lovely Kim Sam Soon. Serial gokil yang membuat perut sakit dan gigi kering karena keseringan tertawa. Biarpun download-nya membutuhkan perjuangan panjang (kudu gantian LAN sama temen, sabar menunggu loading speedy, dapet file dengan subtitle bahasa perancis yang bikin tak paham, belum lagi setiap file hanya berdurasi 10 menit ). But, I think it’s worth… jadi biar lama pun aku rela mendownloadnya.  Kenapa judulnya My Lovely Kim Sam Soon? Karena tokoh utama dalam serial ini bernama Kim Sam Soon, perempuan berusia 30 tahun yang berprofesi sebagai partisier di sebuah restoran Perancis. Ia tidak cantik, tidak pula langsing, plus galaknya minta ampun. Satu-satunya hal yang menonjol darinya dan juga awal kisah cintanya adalah karena keahliannya membuat cake dan caranya memberi filosofi dalam setiap kue yang ia buat. Hal inilah yang membuat si bos pemilik restoran, Ji Hun, lama-lama jatuh hati padanya, tak peduli usianya lebih muda dari Sam Soon.  Aku masih ingat betapa konyolnya perdebatan tidak penting antara mereka berdua dan saat Ji Hun secara implisit menyatakan perasaannya. Dengan nada kesal Ji Hun bilang, “ Kamu kasih sesuatu ya di kue buatanmu itu?! setiap waktu kenapa rasanya aku tidak bisa berhenti memikirkanmu!”

Wekekekekekek…benar-benar konyol  akting mereka berdua…

Yup, I think  this is a ‘worth-watching’ drama, terutama buat para perempuan yang di usia tidak muda masih berusaha menyesuaikan dirinya dengan standar hidup wanita ideal ; berat badan ideal, kulit wajah halus, baju seksi, dan segala hal yang serba perfect untuk mencari pasangan. Kim Sam Soon tidak pernah demikian. Bahkan bagiku, si mbak satu ini terlalu jujur menjalani hidup. Mungkin itu yang membuatku tertawa sepanjang film ini diputar. Dari sini aku seperti diberitahu bahwa nothing wrong to being Kim Sam Soon, seorang wanita cubby yang tetap menjalani hidupnya dengan bahagia meski sang pacar baru memutuskannya (ga apa2, ada Ji Hun kok ;p), yang bisa dengan jujur berkata ‘tidak’ pada sesuatu hal yang tidak disukainya, yg cerobohnya sering kumat, yg hobi karaoke mesti suaranya jauh dari merdu, yg bisa juga lembut mesti aslinya galak gak ketulungan. Hihihihihi….

And, then I think about myself…nothing wrong to being me, too. No matter how ‘lebay’ I am (kata Ninung, sahabatku…wakakakakak), I love myself…

“Being honest, and if people still like you…that is great.” (Sting)

Tak Sempurna, tetapi Indah

Sebenernya sudah lama pingin posting tulisan ga penting ini, hehehe…tapi ga sempet2 (sok sibuk bgt ni…hahaha gaya bnr =p). Trus baru deh kesampean sekarang, ya udah nulis seingetku aja. Jadi gini, beberapa hari lalu, sewaktu diriku sedang asik jajan mie ayam bareng 2 sohibku, di situ hadir 2 orang pengamen yg lagi nyanyi dg suara lumayan cempreng. Mungkin karena suaranya di bawah standar (hihihi…maap ya mas…fakta lho..) ga banyak yg perhatiin. Semua yg makan di situ cuek2 aja, begitu pula diriku dan 2 sohibku. Kami bertiga tetap asik ngobrol ngalor ngidul, tanpa peduli lagu selanjutnya yang bakal dinyanyiin si mas2x itu. Sampai satu saat di tengah2 lagu (dan di tengah2x suara masnya yg cempreng), aku mengenali lirik yang dibawakannya. Salah satu band yang aku suka, Maliq n d’essentials berjudul Dia.. kira2 pas itu aku denger liriknya yang bagian ini…

“Dia, seperti apa yang slalu kunantikan, kuinginkan… Dia, melihatku apa adanya, seakan kusempurna.”

 

Sebenernya lagunya biasa aja, tapi ngingetin aku banget sama film Claudia/Jasmine. Soalnya ini emang soundtracknya… jadi kalo dger lagunya lagi jdi inget tu film.tu film emang ga terkenal, ratingnya juga biasa aja. Bahkan aku juga nontonnya ga sengaja di TV, hahahaha…pas iseng daripada nonton sinetron waktu itu. tapi abis nonton rasanya jadi gimana gitu…inget terus dan terkesan bgt sama karakter tokohnya, Jasmine.

 

2 sohibku masih dengan asiknya bercerita sementara aku mendengarkan mereka sambil senyum2 sendiri denger lagu itu. Sama seperti filmnya, lagunya, suara masnya (yg masih aja cempreng), dan bahkan detik yang sedang kulalui saat ini, semuanya memang tidak sempurna…tetapi apa adanya rasanya jauh lebih indah untuk dinikmati^^

 

 

 

13.00, Di dpn Kompi

Lagi denger ‘Dia’ asli dari Malig n d’essentials

(Hihihihi…kalo yg ini kaya’na lbh asik dari pd suara mas-nya =p)