Accapella, from melody into harmony

Bermula dari menonton film komedi musikal PITCH PERFECT yang tak sengaja dibawa oleh salah satu teman semasa kos dulu, saya mulai suka mendengarkan grup accapella bernyanyi. Bulan Mei lalu, saat sekuel PITCH PERFECT 2 tayang, saya pun tak ketinggalan menonton aksi fat Amy dkk yang super konyol sekaligus awesome. Konyol karena ada saja tingkah kocak dalam film ini dan awesome karena mendengarkan bagaimana sebuah grup accapella bernyanyi itu membuat saya merinding.

Accapella, yang dalam Collin english Dictionary berarti “classical music without instrumental accompaniment”  telah mampu menyihir para penggemarnya (termasuk saya) dengan cara bernyanyinya yang menurut saya unik. Untuk orang awam seperti saya, keunikan itu terletak pada bagaimana grup ini bisa memadukan setiap jenis suara murni dari mulut menjadi satu harmoni yang enak didengar. Sungguh, bukan pekerjaan mudah menyuarakan nada alto, tenor, bass, atau beatboxing tanpa terganggu suara dari teman segrupnya. Fokus tinggi dewa kalau bahasa lebay-nya. (kemudian saya teringat saat-saat karaoke bareng teman, saat si teman menambahkan suara kedua, mendadak suara saya yg aslinya sudah fals jadi makin fals…LoL)

bernyanyi gaya accapella ini selain butuh fokus juga butuh teamwork yang solid. kalau salah satu anggotanya mau menang sendiri atau sok eksis, dijamin nggak bakal jadi. salut dengan orang-orang yang tergabung dalam grup accapella, yang dengan suara khasnya mampu meredam ego dan mengutamakan harmoni dalam lagu yang mereka nyanyikan. saya terutama dibikin ‘melongo’ oleh kemampuan beatboxing. menurut saya, ini olahraga lidah dan mulut yang teramat susah. pun ada saja orang jenius yang bisa memainkannya. My hat off to you, guys!

keasikan searching di youtube, saya jadi sering memutar ulang closing performance di film PITCH PERFECT 2, saat Emily dkk menyanyikan Flashlight (so emotional..I was moved).  berikut juga ada beberapa Accapella group yang suka saya dengarkan lagu covernya, diantaranya  Pentatonix (cover lagu Rather Be by Clean bandit) dan Filharmonic (cover All of Me by John Legend) cekidot!

Advertisements

The Little Prince (Le Petit Prince)

Beberapa hari lalu, Fay, teman SMA merangkap teman sekampusku, bilang kalau dia punya koleksi buku terbaru, dan seperti biasa, antusiasme pertama kalinya setelah membaca buku-buku itu adalah mengirim sms padaku dan besok paginya dia sudah datang membawa buku itu ke kelas. senang sekali punya sahabat seperti dia…karena selera bacaan kami hampir sama, maka aku selalu welcome dengan setiap bacaan yang dia pinjamkan padaku…^_^ kadang aku bahkan tersenyum geli, sebelum dia membacanya, buku itu sudah disodorkan padaku terlebih dulu. “Aku pingin punya teman diskusi kalau nanti aku membahas tentang buku ini…” begitu alasannya kalau aku terbengong dengan buku entah judulnya apa di tanganku.

The Little Prince, adalah salah satu yang dia pinjamkan padaku seminggu yang lalu. bukunya tipis, dengan ilustrasi ala anak TK di depannya. Aku pernah mendengar tentang buku itu. katanya itu adalah cerita anak dari Perancis yang sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. karena penasaran, kubaca juga akhirnya.

Buku ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang menurut pengarangnya sangat istimewa. Oleh  karena itu dia menyebutnya Pangeran Kecil. Di bukunya diceritakan petualangan Pangeran kecil dari planet B 126 menuju planet bumi.  Dalam perjalanannya, dia melewati  berbagai planet yang dihuni oleh berbagai karakter manusia. Ada si Raja, si Angkuh, si Pengusaha, si Peminum dan si Penyulut lampu. Pangeran kecil mengembara ke sana kemari mencari teman. Sesampainya di bumi Pangeran Kecil bertemu dengan seekor ular, seekor rubah, dan segerombol mawar di sebuah kebun. Ini salah satu cupilkan kisahnya sewaktu bertemu dengan si rubah…

Continue reading “The Little Prince (Le Petit Prince)”

Sometimes love is weird

Pada satu detik ia mampu dengan cepat membawaku  terbang ke langit lapis tujuh, merasakan lembutnya awan, indahnya pelangi, dan sejuknya udara yang bergerak pelan. Semakin tinggi aku terbang, semakin sesak rasanya dada ini (mungkin O2 semakin tipis di sana) dan jantung semakin berdegup kencang (mungkin karena efek fobia ketinggian-ku yg tidak pernah hilang).  Di lain waktu, ia bisa meng-upgrade memori otakku seperti komputer yang baru saja ganti RAM dan HD, menyimpan setiap kenangan yang kecil dan sepele. Ia juga bisa dengan seenaknya mengganggu tidurku lewat mimpi, membuatku tertawa sepanjang hari seolah ada badut safari yang dipajang di depan mata. Pada waktu yang berbeda ia mampu menyulap rollercoaster di hatiku, segalanya naik turun tidak menentu, dan pada satu titik aku pun merasakan sesak yang makin menghimpit, dan aku tidak bisa untuk tidak menitikkan air mata. Nah, bisa lihat betapa konyolnya aku karena benda tidak nyata satu ini?

Yup, sometimes…I mean…everytime love is weird..

Sepenggal Cerita di jaman SD

Aku, sewaktu masih duduk di bangku SD, adalah tipikal anak perempuan penyendiri. Tidak suka banyak bicara, tidak banyak teman (satu2nya teman dekatku adalah Lita, sepupuku sendiri yg kebetulan seusia, satu sekolah, dan selalu berangkat bersama), dan paling malas berinteraksi dengan orang lain. Padahal teman-teman perempuanku yang lain sibuk membentuk geng, dengan agenda utama gossip tentang kakak kelas A, B atau C, acara jalan-jalan se-geng, naksir-mentaksir dan ledek-meledek antar angkatan (terutama dengan adik2 kelas yg dirasa cukup centil dan mengganggu ketentraman geng). Kalaupun aku ada dalam sebuah kelompok tertentu misalnya, itu lebih karena Lita, sepupuku itu, dinobatkan sebagai ketua geng. Ehehehe…jadilah aku sebagai anggota tak resmi, yg kadang lebih suka ngabur daripada ikut nimbrung bersama mereka.

Kalau boleh jujur, aku lebih suka Continue reading “Sepenggal Cerita di jaman SD”

When Harry met Sally

“Ya ampun nanz…kemana aja sih kamu tuh?! masa’ pelem jadul gitu baru nonton sekarang? ckckckckck…capek dech…”

mungkin gitu kali ya komentar temen2 (especially yg penyuka film romance) kalo tahu saya baru aja nonton tuh pelem semalem. hekekekekekek…ya maap saya kan makhluk planet Venus nan manis yg ga pernah mengikuti info perfilman di bumi*halah=p*

Yup2x, bukan niat mau nulis resensi sebenernya… cuma penasaran aja sama kata orang kalo tuh pelem lumayan O.K, yawis kemarin bela-belain ke rental buat pinjem, hehehehe… dan sekarang pingin komen dikit soal tuh pelem^^

komen pertama, bagus! kecuali adegan ‘kissing’nya yang menurut saya overdose…(hehehe, males aja liatnya=p)

komen kedua, kena banget! dialognya implicit tapi langsung masuk ke dalam hati *halah=p (lagi)*

ternyata setiap orang itu punya cerita masing-masing dalam menemukan jodohnya, so natural dan mengalir banget..

jadi inget kemarin teman saya ada yang dapet undangan nikah kakak angkatan, trus katanya ada kisah menarik dibaliknya. Continue reading “When Harry met Sally”

Kring…Kring…

“Kring…Kring…, Nan…ayo buruan naik.., ntar telat lho..”

aku cuma diam.

……

……

“Kring…kring…kring…mau nunggu sampai kapan di situ?”

kali ini aku senyum ke arah temanku itu sambil bilang,

“sampai aku capek dan terlelap. siapa tahu masih bisa ketemu dia di dreamland ^^ ”

“ah, terserah dech…kalau ntar nyesel aku ga bakal ingetin lagi lho..”

lalu temanku itu pun pergi mengayuh sepedanya. Tinggal aku sendiri duduk di tepi. sepedaku masih terparkir manis di sampingku. Yup, aku masih punya waktu untuk menunggu kok, lirihku dalam hati.

Pangeran Bintang dan Dewi Mentari

Dalam putaran bumi, ada kalanya siang datang menyilaukan. Malam hadir membagi sunyi dan gelap. Panas meraja di teriknya siang sementara dingin membeku di senyapnya malam. Di antara dua dimensi masa itu, masing-masing tinggal dua sosok ciptaanNya. Ketika matahari perlahan terbit dari ufuk timur, sang dewi Mentari datang menebarkan sinarnya. Berusaha memberi kehangatan pada orang-orang di sekitarnya, menemani mereka menjalani rutinitas apa saja setiap hari. Saat giliran senja berwarna jingga muncul sebagai pertanda bergantinya hari, ketika itu mulainya pangeran Bintang berkelana di langit malam. Menghiasi luasnya semesta dengan kerlip yang mengagumkan. Berbagi cahaya bersama bulan dan bintang lainnya.
Bintang dan Mentari. Kedua sosok itu dahulu tak pernah bertemu Continue reading “Pangeran Bintang dan Dewi Mentari”