Saat bertambah TUA

Seharusnya kau malu, jika pada hari ini, saat satu dua uban sudah mulai tampak di antara helai rambutmu dan segaris tipis kerut muncul di tepian mata, kau masih saja belum becus mengeja kata yang difirmankan Tuhanmu. Sujudmu masih ala kadarnya, infaqmu masih berbunyi di dasar kotak amal.

Katanya mau mengejar impian, bagaimana bisa lari mengejar kalau rutenya saja masih belum hafal? kau tidak bisa bertanya pada Dora atau si peta, karena ini adalah perjalananmu sendiri.

Selamat untuk hari ini. Maaf tidak ada kue atau tiup lilin. pesan di atas adalah hadiahku untukmu.

#DariNandaUntukPuspita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s