The Little Prince (Le Petit Prince)

Beberapa hari lalu, Fay, teman SMA merangkap teman sekampusku, bilang kalau dia punya koleksi buku terbaru, dan seperti biasa, antusiasme pertama kalinya setelah membaca buku-buku itu adalah mengirim sms padaku dan besok paginya dia sudah datang membawa buku itu ke kelas. senang sekali punya sahabat seperti dia…karena selera bacaan kami hampir sama, maka aku selalu welcome dengan setiap bacaan yang dia pinjamkan padaku…^_^ kadang aku bahkan tersenyum geli, sebelum dia membacanya, buku itu sudah disodorkan padaku terlebih dulu. “Aku pingin punya teman diskusi kalau nanti aku membahas tentang buku ini…” begitu alasannya kalau aku terbengong dengan buku entah judulnya apa di tanganku.

The Little Prince, adalah salah satu yang dia pinjamkan padaku seminggu yang lalu. bukunya tipis, dengan ilustrasi ala anak TK di depannya. Aku pernah mendengar tentang buku itu. katanya itu adalah cerita anak dari Perancis yang sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. karena penasaran, kubaca juga akhirnya.

Buku ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang menurut pengarangnya sangat istimewa. Oleh  karena itu dia menyebutnya Pangeran Kecil. Di bukunya diceritakan petualangan Pangeran kecil dari planet B 126 menuju planet bumi.  Dalam perjalanannya, dia melewati  berbagai planet yang dihuni oleh berbagai karakter manusia. Ada si Raja, si Angkuh, si Pengusaha, si Peminum dan si Penyulut lampu. Pangeran kecil mengembara ke sana kemari mencari teman. Sesampainya di bumi Pangeran Kecil bertemu dengan seekor ular, seekor rubah, dan segerombol mawar di sebuah kebun. Ini salah satu cupilkan kisahnya sewaktu bertemu dengan si rubah…

“Siapa kau?” tanya pangeran kecil. “Kau cantik sekali.”

“Aku rubah,” jawab si rubah.

“Kemarilah…bermain denganku…aku sedang sedih sekali…” pangeran kecil mengusulkan.

“Aku tak bisa bermain denganmu,” kata si rubah, “belum ada yang menjinakkanku.”

“Apa artinya ‘menjinakkan’?”

“Artinya ‘menciptakan ikatan’.”

Begitulah akhirnya Pangeran kecil belajar bagaimana menjinakkan rubah. Dia datang setiap hari di waktu yang sama. Mula-mula hanya diam…lama-lama semakin mendekat…dan  mereka pun bermain bersama di padang rumput. Bagi si rubah, awalnya Pangeran kecil hanyalah seorang anak laki-laki biasa, sama seperti seratus ribu anak laki-laki lainnya. Sama seperti manusia lain yang suka memburunya dengan senapan. Tetapi pesona Pangeran kecil yang baik hati telah menjinakkannya. Ritual pangeran kecil yang datang di waktu yang sama membuat si rubah merindukannya. Dan pada saat pangeran kecil hendak pergi, si rubah berkata, “Aku mau menangis.”

“aku tak bermaksud menyusahkanmu. Kamu sendiri yang ingin dijinakkan…sekarang kamu malah mau menangis…” ujar pangeran kecil kebingungan. Baginya hal ini terasa ganjil.

“Ya, memang ,” kata si rubah. Tetapi si rubah tak merasa bersedih, dia justru ingin agar Pangeran kecil memahami sesuatu. Dia lalu berkata, “Pergilah melihat mawar-mawar di kebun itu lagi. Kau akan mengerti bahwa mawarmu unik di dunia ini (sebelumnya Pangeran kecil bercerita bahwa dia punya setangkai mawar yang indah). Setelah itu, berpamitan padaku nanti. Akan kuberitahu kau sebuah rahasia.”

Lalu pangeran kecil bergegas menuju kebun. Dilihatnya mawar-mawar itu lagi. lalu ia menghela nafas panjang.

“Kalian sama sekali tidak seperti mawarku,” katanya kepada mereka.”Kalian tidak berarti apa-apa. Tak seorangpun menjinakkan kalian, dan kalian juga tidak menjinakkan siapapun.”

“kalian cantik sekali, tetapi kalian hampa,” Pangeran kecil meneruskan, “tentu saja orang yang sekedar lewat akan mengira mawarku sama persis dengan kalian. Tetapi mawarku, walaupun Cuma setangkai, jauh lebih berarti daripada kalian semua. Karena dialah yang kusirami setiap hari. Karena dialah yang kututup dengan kubah kaca. Karena dialah yang kulindungi dengan tabir. Karena dialah yang kudengar waktu dia mengeluh atau ketika membisu. Karena dia mawarku.”

Dan pangeran kecil pun kembali kepada si rubah.

“Selamat tinggal,” ujar si rubah, “Inilah rahasia untukmu, sangat sederhana ; Kau hanya bisa melihat jelas dengan hatimu. Hal yang penting tak terlihat oleh mata.”

“Hal yang penting tak terlihat oleh mata,” ulang pangeran kecil, agar ingat.

“ waktu yang telah kauhabiskan untuk mawarmulah yang membuat mawarmu begitu penting.”

 

 

Ini sedikit cuplikan dari cerita Pangeran kecil, dan sedikit hal yang bisa kupahami… hehehe..buku kecil ini terlalu berat dipahami secara keseluruhan. Semoga aku bisa menjadi mawarmu selamanya, Pangeran kecil-ku ^_^

Advertisements

2 thoughts on “The Little Prince (Le Petit Prince)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s