my Lecturer said

June 19, 2009

Tidak ada kebetulan di dunia ini. segalanya terjadi karena ijin dan kehendakNya. karena tidak ada sesuatu terjadi begitu saja tanpa arti, seperti juga ketika Dia menciptakan segala yang ada di langit dan bumi dengan tiada sia-sia.

aku sudah janji untuk tersenyum di depanmu. Berusaha sebaik mungkin ada sebagai sahabat yang bisa kau andalkan. Bahagia atas jalan yang kau pilih dan mensupport setiap langkahmu. tetapi tak kusangka sama sekali, ternyata hal itu sangat susah setengah mati. aku tak tahu kenapa, seperti ada tali yang menarik bibirku ke bawah sesaat setelah aku tersenyum, dan mendadak aku terdiam. kosong. hampa.

maafkan aku Tuhan, karena belum bisa menjadi hambaMu yang ikhlas. aku janji akan terus memperbaiki niatku itu… maafkan aku, sahabatku, telah menjadi orang yang sangat menyebalkan, tidak jelas maunya apa, aneh, dan membingungkan orang lain. sungguh aku minta maaf.

yang kubutuhkan saat ini hanya satu ruang kosong saja untuk sendiri. Lanjutkan jalanmu, teguhkan hati atas pilihanmu. mesti tak tampak doaku akan selalu menemani langkahmu. aku janji akan kembali tersenyum suatu saat nanti. karena aku ingin….sangat sangat sangat ingin bisa tersenyum tulus di depanmu lagi.

Aku, sewaktu masih duduk di bangku SD, adalah tipikal anak perempuan penyendiri. Tidak suka banyak bicara, tidak banyak teman (satu2nya teman dekatku adalah Lita, sepupuku sendiri yg kebetulan seusia, satu sekolah, dan selalu berangkat bersama), dan paling malas berinteraksi dengan orang lain. Padahal teman-teman perempuanku yang lain sibuk membentuk geng, dengan agenda utama gossip tentang kakak kelas A, B atau C, acara jalan-jalan se-geng, naksir-mentaksir dan ledek-meledek antar angkatan (terutama dengan adik2 kelas yg dirasa cukup centil dan mengganggu ketentraman geng). Kalaupun aku ada dalam sebuah kelompok tertentu misalnya, itu lebih karena Lita, sepupuku itu, dinobatkan sebagai ketua geng. Ehehehe…jadilah aku sebagai anggota tak resmi, yg kadang lebih suka ngabur daripada ikut nimbrung bersama mereka.

Kalau boleh jujur, aku lebih suka Read the rest of this entry »