The Little Prince (Le Petit Prince)
November 29, 2009
Beberapa hari lalu, Fay, teman SMA merangkap teman sekampusku, bilang kalau dia punya koleksi buku terbaru, dan seperti biasa, antusiasme pertama kalinya setelah membaca buku-buku itu adalah mengirim sms padaku dan besok paginya dia sudah datang membawa buku itu ke kelas. senang sekali punya sahabat seperti dia…karena selera bacaan kami hampir sama, maka aku selalu welcome dengan setiap bacaan yang dia pinjamkan padaku…^_^ kadang aku bahkan tersenyum geli, sebelum dia membacanya, buku itu sudah disodorkan padaku terlebih dulu. “Aku pingin punya teman diskusi kalau nanti aku membahas tentang buku ini…” begitu alasannya kalau aku terbengong dengan buku entah judulnya apa di tanganku.
The Little Prince, adalah salah satu yang dia pinjamkan padaku seminggu yang lalu. bukunya tipis, dengan ilustrasi ala anak TK di depannya. Aku pernah mendengar tentang buku itu. katanya itu adalah cerita anak dari Perancis yang sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. karena penasaran, kubaca juga akhirnya.
Buku ini bercerita tentang seorang anak laki-laki yang menurut pengarangnya sangat istimewa. Oleh karena itu dia menyebutnya Pangeran Kecil. Di bukunya diceritakan petualangan Pangeran kecil dari planet B 126 menuju planet bumi. Dalam perjalanannya, dia melewati berbagai planet yang dihuni oleh berbagai karakter manusia. Ada si Raja, si Angkuh, si Pengusaha, si Peminum dan si Penyulut lampu. Pangeran kecil mengembara ke sana kemari mencari teman. Sesampainya di bumi Pangeran Kecil bertemu dengan seekor ular, seekor rubah, dan segerombol mawar di sebuah kebun. Ini salah satu cupilkan kisahnya sewaktu bertemu dengan si rubah…
Speechless
November 5, 2009
bener-bener ga bisa ngomong apa-apa……setelah baca notes kamu…. Selain….
“Terima kasih untuk semuanya…” mungkin memang masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki seiring waktu. dan aku ingin memperbaikinya bersama kamu. Hope Allah SWT realize our praying….amin^^
Cerita amat singkat dari sebuah blog adyaninggar. Karena saat ini si Adya bener-bener lagi mati gaya.
Bola kaca, Sepeda, dan Rumah Hati
October 23, 2009
Setahun yang lalu aku mengenal seseorang yang sangat baik. Dia tiba-tiba datang menenangkanku ketika bola kaca di hatiku retak karena suatu hal. Dia bilang bisa membantu memperbaikinya, tapi dia meminta aku menunggu karena saat itu sedang mengerjakan tanggungjawab yang lain. Seiring waktu berjalan, kami pun saling bertukar cerita tentang teman, keluarga, hobi dan masih banyak lagi. selama cerita mengalir dari masing-masing hati, sepertinya ada yang aneh dari diriku. Terutama ketika aku menyadari bahwa bola kacaku terasa baik-baik saja meski sudah retak, terasa nyaman dan apa adanya. Suatu hari kami pernah berencana naik sepeda bareng, sambil membawa bola kacaku yang sudah tidak sempurna itu, menuju rumah hatinya. Lalu aku pun menunggunya di suatu tempat. Lama sekali dia tidak datang…orang-orang yang ada di situ berlalu lalang dengan cepat, sementara aku masih diam dengan sepeda terparkir manis di tepi. Mungkin karena bosan melihatku bengong tanpa kerjaan, seorang teman membunyikan bel sepedanya ketika lewat di depanku. “Kring…kring…mau sampai kapan di situ?” tanyanya ketus. Aku cuma mesem, lalu membalas, “Sampai aku ketiduran…dan mungkin masih bisa ketemu dia dalam mimpi…itu sudah cukup.” Lalu aku tetap diam di samping sepedaku, sementara temanku cuma geleng-geleng kepala, “Terserah kamu lah…” dan pergi mengayuh sepedanya sendiri. Aku masih kukuh di situ, menunggu sambil sesekali membaca smsnya, “Hati saya udh untuk seseorang…Seseorang yg sudah dgn sabar menantiku dgn sepeda cintanya ^^
Hepi idul fitri =)
September 19, 2009
Met idul fitri ya bloggers semua…
Semoga Allah menghadirkan kemenangan di hati kita dan menerima setiap amal ibadah yg telah kita tunaikan. Taqabalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faidzin ^^
Tulang Rusuk
August 24, 2009
Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tidak pula dari tulang kaki karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai, dekat ke tangan untuk dilindungi.
(Agar Bidadari Cemburu Padamu- Salim A.Fillah)
“Yang paling kamu cintai di dunia ini siapa?” tanya seorang cewek pada pacarnya.
“Kamu dong!” jawab si cowok dengan mantap.
“Menurut kamu, aku ini siapa?” si cewek kembali bertanya.
Mendengar pertanyaan kedua si cowok berpikir sejenak lalu menatap si cewek dengan pasti, “Kamu adalah tulang rusukku.”
Karena Tuhan melihat bahwa adam kesepian, ketika adam tidur, Tuhan mengambil tulang rusuknya dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita yang cocok untuknya, ia merasa lengkap dan tidak merasakan sakit di hati.
Setelah menikah, pasangan tersebut (si cewek dan cowok tadi) mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Namun sesudah itu pasangan muda ini mulai tenggelam dalam rutinitas masing-masing dan penat akan kehidupan yang ada. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pada suatu hari si cewek lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Si cowok yang sangat membenci ketidakdewasaan si cewek, secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah. Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Mendengar hal itu, si cewek terdiam di seberang jalan. Tak lama kemudian, ia berbalik masuk rumah dan keluar membawa barang-barangnya. Sambil bermata basah ia berkata, “Kalau aku bukan tulang rusukmu, lebih baik kita berpisah. Biarkan kita mencari pasangan sejati masing-masing.”
Lima tahun berlalu. Si cowok tidak menikah lagi, di sela-sela kesibukannya ia berusaha mencari tahu kehidupan si cewek. Saat itu si cewek pernah pergi ke luar negeri dan menikah dengan pria asing di sana kemudian bercerai. Si cowok agak kecewa mengapa ia tidak menunggunya kembali. Di tengah malam yang sunyi ketika si cowok meneguk kopinya, ia merasakan sakit di hatinya.
Suatu hari, mereka akhirnya bertemu. Di airport, tempat dimana banyak perpisahan dan pertemuan, mereka berbicara di antara dinding pembatas.
“Apa Kabar?” tanya si cowok.
“Baik. Apakah kau sudah menemukan tulang rusukmu yang hilang?” ujar si cewek balas bertanya.
“Belum.”
“Aku akan terbang ke New York dan 2 minggu lagi akan kembali. Jika kau sempat, telepon saja aku, nomornya masih sama,” si cewek tersenyum kemudian berpamitan.
Sayangnya si cowok tak sempat menelponnya. Satu minggu setelah keberangkatannya, si cewek dikabarkan sebagai salah satu korban menara WTC. Malam itu, sekali lagi, si cowok meneguk kopinya dan kembali merasakan sakit di hati. baru ia sadari, ternyata rasa sakit itu karena si cewek, tulang rusuknya sendiri yang dengan bodoh ia patahkan.
(disadur dengan sedikit perubahan dari www.tanpatinta.com)
NB : dua tulisan yg menarik… kira2 si empunya tulang rusuk sekarang sedang nyari nggak ya?
may God give him the way to find me…^^
i’m fine, really…^^
August 15, 2009
Setiap orang pasti pernah terluka dan aku yakin setiap luka itu bisa sembuh seiring waktu. jadi jangan khawatirkan aku seperti itu. aku cukup besar untuk menghapus air mata sendiri, dan hatiku cukup kuat untuk meregenerasi sel-selnya sampai sembuh total. Biar waktu yang menyembuhkan ya… =)